Pekerjaan dan 4 (Empat) Pertimbangan Dalam Memilihnya

Pekerjaan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk melanjutkan proses hidup. Proses hidup di sini sebagai upaya dan tindakan memperbaiki keadaan, sehingga kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan baik. Dalam konteks yang lebih umum, pekerjaan menjadi salah satu bukti pencaharian yang dijadikan sumber penghidupan. Sumber penghidupan yang dimaksud tidak lain merupakan sesuatu yang sedang diusahakan atau sedang dicari (waktu tidak terbatas).

Pekerjaan
Image by rawpixel from Pixabay

Pekerjaan menjadi sebuah hasil kerja keras setiap orang dan proses dalam pemenuhan kebutuhan. Untuk melengkapi proses tersebut, maka dibutuhan hal-hal yang menjadi pertimbangan. Pertimbangan-pertimbangan ini ditujukan pada seseorang yang hendak mencari dan memilih pekerjaannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pekerjaan, baik itu saat akan melamar maupun membangun usaha, antara lain:

1. Interest atau Passion

Sebelum memutuskan pekerjaan atau usaha apa yang akan Anda lakukan alangkah baiknya menemukan dulu minat yang dimiliki karena hal ini menjadi sesuatu yang penting untuk diri sendiri dan pekerjaan (usaha).

Interest atau minat adalah gairah seseorang dalam melakukan sesuatu, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia maka minat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Hal ini mirip dengan arti kata Passion dalam bahasa Inggris yang bermakna gairah. maka bisa diambil kesimpulan, minat Anda dalam membangun usaha dan pekerjaan harus diketahui terlebih dahulu. Lalu bagaimana Anda mengetahuinya?

a. Kenali Diri Anda

Mengetahui diri sendiri tentu bukanlah pekerjaan yang mudah karena Anda harus benar-benar menyelam dalam diri Anda sehingga keterampilan, pengetahuan, dan hal-hal lain yang menjadi keuntungan dan kelemahan bisa diketahui.

b. Jangan Pernah Membandingkan Diri Anda dengan Orang Lain

Baca Juga:  Sumber Daya Manusia Dalam Teori X dan Y McGregor

Setiap orang dilahirkan dengan keunikan dan keterampilannya masing-masing. Memiliki kelemahan dan kekuatan sendiri, maka keuntungan dan kekurangan itu harus menjadi penguat untuk lebih baik lagi. Bukan untuk dibanding-bandingkan dengan yang lain, karena jika yang Anda pikirkan adalah menjadi seperti orang lain maka kehidupan yang Anda miliki seperti ekor gajah yang tidak pernah terlihat.

2. Perusahaan atau Organisasi

Jika Anda ingin membangun sebuah perusahaan yang memiliki kapasitas saing tinggi, tentu akan membutuhkan modal yang tinggi pula. Sebaliknya jika Anda hanya akan membangun usaha sederhana, hal-hal yang berkaitan dengan karyawan, jenis usaha, dan lainnya tidak terlalu dipersoalkan (dalam hal ini, usaha itu dijalankan langsung oleh Anda).

Setidaknya akan saya memberikan gambaran bagaimana Anda membuat keputusan dalam merancang usaha. Gambaran ini mungkin sudah banyak dan bertebaran di internet, tapi tidak ada salahnya saya memberikan dan memaparkan pendapat ini.

a. Jenis Usaha, Produk, dan Strategi Persaingan

Mengapa hal yang saya usulkan pertama kali bukanlah modal, padahal membangun usaha tanpa modal adalah hal yang sulit? Karena menurut saya, produk mengikuti jenis usahanya, begitu pun dengan strategi persaingan dalam perusahaan (hal ini berlaku timbal-balik).

b. Partner Kerja atau Relasi

Partner kerja dan relasi adalah dukungan yang sangat dibutuhkan (kerabat, karyawan, dan kenalan) sehingga usaha berjalan dengan baik. Guna dari partner kerja dan relasi adalah untuk membantu finansial, konsep (gagasan), dan dukungan-dukungan lainnya seperti moral dan emosional. Terlebih lagi ketika usaha yang Anda jalankan sudah pesat, maka partner dan relasi yang baik menjadi keuntungan tersediri.

c. Modal

Nah, akhirnya pada tahapan membicarakan modal. Modal adalah kekayaan pertama yang dimiliki perusahaan atau kekayaan seseorang untuk membangun sebuah usaha. Modal memiliki bentuk yang bermacam-macam, bisa berupa gedung, tanah, dan uang. Lalu mengapa modal ada di urutan ke sekian? Karena modal bukanlah hal pertama yang dibutuhkan seseorang untuk membangun usaha, hal pertama yang harus dipikirkan adalah jenis usaha dan produk-produk yang akan dijualnya.

Baca Juga:  Sumber Daya Manusia Dalam Teori X dan Y McGregor

Sedangkan jika Anda membutuhkan pekerjaan yang sifanya melamar, organisasi atau perusahaan menjadi penting karena segala prosesnya bergantung pada perusahaan atau organisasi tersebut. Hal yang bisa Anda lakuan adalah dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan atau organisasi tersebut sehingga gambaran yang dibutuhkan bisa diterpenuhi.

3. Pengembangan Diri dan Karir

Pengembangan diri menjadi penting karena proses pertumbuhan ilmu dan perngetahuan ada dalam fase ini sehingga karir yang diidam-idamkan bisa sesuai dengan ekspektasi. Apa gunanya sebuah pekerjaan atau usaha jika di dalamnya tidak memuat pengembangan diri dan karir?

Jenjang sebuah pekerjaan sangat didambakan oleh setiap orang khususnya karyawan yang memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan. Jika Anda adalah seorang pemimpin, hal ini menjadi pertimbangan yang harus dipilih sebab segala aspek yang berkaitan dengan kemajuan perusahaan dan usaha ada di sini.

Banyak perusahaan besar memberikan pelatihan bagi karyawan-karyawan dan pemegang kendali perusahan, hal ini memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan dan keuntungan perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu, pengembangan diri dan karir selalu diperhitungkan oleh banyak orang terutama perusahaan dengan kaliber tinggi.

4. Pendapatan atau Gaji (Feedback)

Sebenarnya bagi sebagian orang, gaji tidak terlalu diperhitungkan karena yang mahal dari sebuah pekerjaan atau membangun usaha adalah pengalamannya. Namun tidak menutup kemungkinan hal ini menjadi daftar penting dalam kehidupan orang lain. Oleh karena itu akan tetap saya cantumkan di sini.

Pendapatan perusahaan diperoleh dari transaksi-transaksi yang dilakukan, baik melalui penjualan produk atau hal-hal lain seperti investasi dan penanaman modal perusahaan pada bidang usaha meski hal ini bisa dilakukan oleh perorangan (individu).

Sedangkan gaji bagi karyawan atau orang yang mencari pekerjaan, selalu bermakna upah dan pendapatan yang diperoleh melalui pekerjaan (sesuai jam kerja dan porsinya). Selain itu gaji juga diberikan berdasarkan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, oleh karena itu segala sesuatu diukur berdasarkan kapasitas yang Anda miliki.

Baca Juga:  Sumber Daya Manusia Dalam Teori X dan Y McGregor

Itulah 4 (empat) hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih pekerjaan. Semoga artikel ini bisa membantu dan memberikan referensi baru bagi Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *