Eleven Minutes: Maria dan Perseteruan Hidup

Judul Buku: Eleven Minutes (Sebelas Menit)
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 30 Agustus 2013
Jumlah Halaman: 357

Eleven Minutes
Tampilan Depan Buku Eleven Minutes

Pendahuluan

Tentu, kita semua pernah membaca buku dari penulis dalam negeri maupun luar negeri. Setiap isinya mampu menggugah bahkan membuat kita ingin bermimpi setinggi-tingginya. Kadang terbawa oleh suasana dalam cerita yang dikemas dengan luar biasa. Ada saatnya kita bermimpi untuk menjadi salah satu tokohnya dan ada saat kita merasa jengkel oleh tokoh yang lain, namun yang paling penting adalah pesan yang ingin disampaikan si empunya.

Orang yang menulis buku maupun cerita kecil, entah itu berbentuk cerpen maupun dikemas dengan bentuk puisi atau penggalan-penggalan, pada dasarnya sama-sama melibatkan kejujuran dalam karyanya. Terlepas dari karya itu fiksi atau nonfiksi, selalu ada kenyataan yang harus disampaikan dengan sangat hati-hati sehingga memberikan kesan baik dan bisa mendorong seseorang untuk melakukan keinginannya (baik dan benar).

Blurb: Etalase dan Tampilan Belakang Buku

Demikianlah anggapan Maria, gadis Brazil yang sejak remaja begitu yakin tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Seseorang yang ditemuinya secara kebetulan di Rio de Janeiro berjanji akan menjadikannya aktris terkenal di Swiss, namun janji itu ternyata kosong belaka.

Kenyataannya, dia mesti menjual diri untuk bertahan hidup, dan dengan sepenuh kesadaran dia memilih untuk menjalani profesi sebagai pelacur. Pekerjaan ini semakin menjauhkannya dari cinta sejati.

Namun ketika seorang pelukis muda memasuki hidupnya, tameng-tameng emosional Maria pun diuji. Dia mesti memilih antara terus menjalani kehidupan gelap itu, atau mempertaruhkan segalanya demi menemukan “cahaya di dalam dirinya”.

Mampukah dia beralih dari sekedar penyatuan fisik ke penyatuan dua pikiran atau bahkan dua jiwa — ke suatu tempat di mana seks merupakan sesuatu yang sakral?

Baca Juga:  Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api

Dalam novel yang sungguh berbeda ini, Paulo Coelho menantang segala prasangka kita, membuka pikiran kita, dan membuat kita benar-benar terperangah.

Review Buku Eleven Minutes (Sebelas Menit)

Ketika melihat blurb buku ini Anda akan segera mengetahui cerita apa yang akan diangkat oleh penulisnya, karena di sana sebenarnya sudah dijelaskan meski tidak secara utuh. Oleh sebab itu, hal pertama yang saya lakukan saat membeli buku adalah melihat dan membaca etalase halaman belakang sebuah buku. Hal ini saya lakukan untuk memperoleh gambaran cerita dan alurnya, tidak lebih dan tidak kurang.

Pencarian jati diri dan eksistensi menjadi sebuah masa baru dalam kehidupan Maria. Harapannya untuk menjadi terkenal dan public figure telah membawanya pada kenyataan yang tak pernah disangka-sangka. Dia harus menempuh pilihan-pilihan berat bahkan terbilang cukup pahit dan menegangkan. paras cantik yang menjadi modal tidak banyak membantunya, justru hal itu menjadi momok tersendiri.

Bagaimana tidak menjadi momok menyakitkan setelah menyadari fakta, bahwa kecantikan akan terkikis seiring pertumbuhan usia. Hal terberat lainnya adalah ketika dia harus memilih untuk menjadi seorang pelacur dan hidup terlunta-lunta di negeri asing.

Segala gundah gulana dan perhelatannya dengan dunia ia tumpahkan dalam buku hariannya, mulai dari pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana ia harus memilih hidup, memutuskan kesempatan-kesempatan baik yang bisa merugikan dirinya, dan keengganannya mengenal cinta setelah di masa lalu terjatuh dalam perih pedihnya hubungan.

Pertarungannya dengan dunia dimulai ketika ia bertemu dengan seorang laki-laki asal Swiss di sebuah pantai Rio de Jeneiro, yang telah menjanjikan kehidupan mewah seperti yang diharapkan-harapkan sebelumnya. Namun semua yang disampaikan dan dijanjikan laki-laki itu justru sebaliknya, ia seperti terjerumus pada kubangan lumpur yang sewaktu-waktu membunuhnya.

Baca Juga:  Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api

Kehidupannya semakin runyam dan berat setelah kontrak dan tuntutan yang sebelumnya harus dipenuhi dan dipatuhi, terlebih harus bertahan hdiup di negeri asing tanpa mengetahui bahasa dan budayanya.

Namun semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Ralf di sebuah bar, yang berprofesi sebagai pelukis. Kehadiran Ralf dalam hidupnya membuat Maria harus memilih antara bertahan dengan kehidupannya sebagai pelacur atau harus memilih memadukan cinta dan jiwa bersama orang tersebut.

Penutup

Bagaimana Maria memutuskan hidupnya, akankah dia memilih kehidupan yang baru dan menyatukan dua jiwa dalam satu cinta atau tetap dengan kehidupan sebelumnya? Temukan ceritanya lengkapnya dalam novel Eleven Minutes karya Paulo Coelho yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, selamat berjuang menemukan cinta sejati bersama Paulo Coelho.

Satu hal yang menjadi penekanan adalah buku ini terbilang memiliki adegan vulgar karena konteksnya cerita dewasa. Namun jauh dari itu semua, buku ini memberikan pelajaran berarti tentang kehidupan yang bagi banyak orang dikatakan tidak adil.

Paulo Coelho adalah salah satu penulis yang saya baca bukunya beberapa pekan terakhir. Dari sekian banyak bukunya, ada salah satu buku yang paling membuat saya berkesan. Di dalam bukunya itu selalu membawa nuansa keagaman, filosofi hidup, dan mimpi-mimpi yang dijabarkan dalam beberapa tulisannya.

Memang benar, setiap buku yang ditulis Paulo berdampak besar dalam kehidupan pembacanya. Buku-bukunya yang mayoritas mengambil sudut pandang Nasrani memberikan pengaruh besar. Penulis kelahiran Brazil ini selalu membuat karya-karya epik, mulai dari buku yang paling terkenal seperti Alkemis, Zahir dan Brida.


Baca Juga:  Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api

Buku Eleven Minutes bisa Anda temukan di situs resmi Gramedia Pustaka Utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *